The Fed Kembali Tertekan, Inflasi AS Masih Tinggi dan Suku Bunga Berpotensi Naik

The Fed Kembali Tertekan, Inflasi AS Masih Tinggi dan Suku Bunga Berpotensi Naik
Harga energi dan inflasi inti yang stabil membuat laju inflasi tahunan AS bertahan di angka 3,7 persen pada Juli.

INFOTUNTAS.COM — Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS mengumumkan laju inflasi tahunan berdasarkan indeks PCE tidak berubah dari Juni, yakni 3,7 persen. Angka ini masih jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen dan telah bertahan selama 65 bulan berturut-turut.

Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan inflasi PCE hanya akan mencapai 3,6 persen. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan harga energi dan makanan, stabil di level 3,3 persen secara tahunan.

Kenaikan Harga Energi dan Dampak Konflik Timur Tengah

Penyebab utama inflasi yang lengket ini berakar pada gejolak geopolitik. Sejak AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari, harga energi melonjak tajam karena konflik menutup sekitar seperlima pasokan minyak global.

Puncaknya terjadi pada Mei ketika inflasi tahunan PCE menyentuh 4,1 persen, level tertinggi dalam tiga tahun. Meski intensitas serangan sudah mereda dan harga minyak turun dari puncaknya, tekanan harga di tingkat konsumen belum sepenuhnya surut.

Harga bensin eceran di AS bahkan kembali merangkak naik bulan ini. Data American Automobile Association mencatat harga rata-rata nasional mencapai 4,10 dolar AS per galon, berpotensi mendorong inflasi Agustus lebih tinggi lagi.

Daya Beli Masyarakat Tergerus dan Tarif Dagang Baru

Kondisi ini membuat konsumen AS tetap murung. Survei sentimen konsumen menunjukkan mayoritas warga masih pesimistis terhadap ekonomi dan keuangan pribadi mereka. Penyebabnya jelas: inflasi menggerus pendapatan riil.

Data terbaru menunjukkan pendapatan riil yang disesuaikan dengan inflasi hanya tumbuh 0,2 persen dibanding tahun lalu, setelah beberapa bulan sebelumnya mengalami penurunan. Artinya, kenaikan upah tidak mampu mengejar laju kenaikan harga barang dan jasa.

Tekanan baru juga datang dari kebijakan tarif. Negosiasi dagang antara AS dan Kanada gagal pada Jumat pekan lalu, memicu pengenaan bea baru atas produk Kanada senilai 20 miliar dolar AS. Washington dan Ottawa saling mengumumkan langkah balasan yang akan berlaku dalam beberapa bulan ke depan jika kesepakatan tidak tercapai.

Prospek Suku Bunga The Fed di Sidang September

Data inflasi yang lebih panas dari perkiraan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga. Kontrak berjangka dana federal menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan 15-16 September mencapai 42 persen, naik dari 36 persen sebelum laporan dirilis.

“Data ini mendukung kenaikan suku bunga,” kata Omair Sharif, pendiri dan presiden firma peramal Inflation Insights.

Keputusan akhir tetap berada di tangan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan menimbang antara mengendalikan inflasi atau menjaga pertumbuhan ekonomi. Langkah selanjutnya akan ditentukan dalam dua pekan mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index