Harga Timah Dunia Stabil Menjelang Imlek, Investor Mulai Waspada Fluktuasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 11:44:09 WIB
Harga Timah Dunia Stabil Menjelang Imlek, Investor Mulai Waspada Fluktuasi

JAKARTA - Harga timah dunia saat ini menunjukkan kestabilan mendekati level USD50.000 per metrik ton. Pasar logam ini sedang memasuki fase konsolidasi setelah beberapa pekan mengalami fluktuasi tajam.

Pergerakan Harga Timah di Bursa Global

Kontrak timah tiga bulan di London Metal Exchange (LME) Kamis, 12 Februari 2026 pagi, dibuka pada USD49.975 per metrik ton. Penutupan sebelumnya menunjukkan penguatan menjadi USD49.635 per metrik ton, menandakan pasar masih optimis meski volatilitas tinggi.

Di bursa Shanghai Futures Exchange (SHFE), kontrak timah SN2603 yang paling aktif diperdagangkan dibuka sedikit lebih tinggi. Namun, sesi malam mencatat fluktuasi menurun, akhirnya ditutup pada 391.330 yuan per metrik ton, naik 0,89% dibandingkan hari sebelumnya.

Kondisi Pasar Domestik Indonesia

Di Jakarta Futures Exchange (JFX), harga timah murni batangan Kamis kemarin berada pada USD47.770 per metrik ton. Nilai ini lebih rendah dibandingkan perdagangan sebelumnya yang mencapai USD53.050 per metrik ton, seiring permintaan domestik yang melemah.

Penurunan permintaan terutama disebabkan oleh libur Tahun Baru Imlek. Banyak perusahaan hilir solder di Tiongkok yang menjadi konsumen utama timah mulai menahan pembelian dan menyelesaikan stok sebelum liburan.

Faktor Musiman dan Permintaan Global

Harga timah cenderung stabil menjelang Imlek karena partisipasi pasar yang menurun. Fluktuasi harga diperkirakan akan menyempit hingga liburan selesai, seiring aktivitas perdagangan yang melambat.

Survei pasar menunjukkan perusahaan hilir di Tiongkok telah menyelesaikan persediaan secara bertahap. Langkah ini dilakukan setelah periode koreksi harga sebelumnya, menstabilkan pasokan dan permintaan dalam jangka pendek.

Dinamika Investor dan Spekulasi

Sejak Januari 2026, harga timah melonjak lebih dari 40%. Kenaikan ini dipicu permintaan untuk bahan solder di peralatan elektronik dan pusat data, mendorong investor mengambil posisi beli di kontrak berjangka.

Namun, aksi jual spekulatif sebelumnya membuat harga sempat anjlok ke USD46.600 per metrik ton dari rekor tertinggi USD56.800 pada 26 Januari. Situasi ini menimbulkan kewaspadaan investor menjelang periode libur panjang, menjaga pergerakan harga tetap terkendali.

Outlook Harga Timah Menjelang Februari 2026

Secara fundamental, harga timah diperkirakan tetap stabil dengan volatilitas terbatas. Aktivitas perdagangan global dan musim liburan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga dalam jangka pendek.

Investor dan pelaku industri diharapkan memperhatikan kondisi pasokan dan permintaan. Pengelolaan stok dan keputusan beli yang hati-hati akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah pasar yang fluktuatif.

Terkini