Panduan Lengkap Mengetahui Kalender Hijriah Hari Ini dan Aturan Puasa Qadha Ramadan

Jumat, 13 Februari 2026 | 10:27:52 WIB
Panduan Lengkap Mengetahui Kalender Hijriah Hari Ini dan Aturan Puasa Qadha Ramadan

JAKARTA - Kalender Masehi dan Hijriah memiliki dasar perhitungan yang berbeda, sehingga tanggalnya tidak selalu sama. Masehi menggunakan pergerakan Matahari, sementara Hijriah mengacu pada fase Bulan.

Keberadaan kalender Hijriah sangat penting bagi umat Islam karena menjadi pedoman dalam melaksanakan ibadah. Beberapa contohnya adalah puasa Ayyamul Bidh, Ramadhan, Arafah, dan ibadah sholat Idul Fitri.

Mengetahui tanggal Hijriah setiap hari menjadi kebutuhan bagi setiap muslim. Misalnya, kita bisa meninjau konversi tanggal Jumat, 13 Februari 2026, ke kalender Hijriah menurut beberapa otoritas keagamaan.

Kalender Hijriah 13 Februari 2026 Menurut Pemerintah

Kalender resmi pemerintah tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama. Dalam kalender itu, Februari 2026 beririsan dengan bulan Syaban dan Ramadhan.

Pemerintah memperkirakan awal Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sedangkan Syaban telah dimulai sejak Selasa, 20 Januari 2026.

Dengan demikian, menurut pemerintah, 13 Februari 2026 bertepatan dengan 25 Syaban 1447 H. Informasi ini menjadi acuan resmi bagi masyarakat dalam merencanakan ibadah.

Kalender Hijriah 13 Februari 2026 Menurut NU

Berdasarkan akun Instagram resmi @falakiyahnu, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan awal Syaban 1447 H. Keputusan itu tercantum dalam Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026.

Dinyatakan bahwa awal Syaban jatuh pada Selasa Pahing, 20 Januari 2026, berdasarkan rukyah. Almanak 2026 PCNU Bojonegoro juga mengonfirmasi 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan tanggal yang sama.

Menurut NU, tanggal 13 Februari 2026 sama dengan 25 Syaban 1447 H. Penetapan ini menggunakan kriteria imkanur rukyat untuk menentukan awal bulan.

Kalender Hijriah 13 Februari 2026 Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk menginformasikan tanggalan. Februari 2026 juga dianggap beririsan antara bulan Syaban dan Ramadhan.

Awal Ramadhan versi Muhammadiyah diperkirakan pada Rabu, 18 Februari 2026. Bulan Syaban sendiri dimulai sejak Selasa, 20 Januari 2026, dan berakhir pada 17 Februari 2026.

Dengan demikian, Muhammadiyah juga mengonversi 13 Februari 2026 menjadi 25 Syaban 1447 H. KHGT diterapkan sejak awal 1447 H untuk menyatukan tanggalan umat Islam di seluruh dunia.

Hukum Mengerjakan Puasa Qadha Ramadhan

Setiap muslim berkewajiban mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal dengan puasa Qadha. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam QS al-Baqarah ayat 184.

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain."

Orang yang berat menjalankan kewajiban ini diwajibkan membayar fidyah, yakni memberi makan seorang miskin. Namun, jika melakukannya dengan sukarela, itu lebih baik, dan berpuasa tetap lebih baik bagi yang mampu.

Utang puasa Ramadhan sebaiknya diselesaikan sebelum bulan puasa berikutnya tiba. Jika tidak, sekalipun ada kesempatan, kewajiban ditambah fidyah sesuai ketentuan ulama.

Fidyah berlaku kelipatan jika telat membayar lebih dari satu tahun. Utang puasa tetap harus dibayar, tidak otomatis hilang.

Puasa Qadha pada Akhir Bulan Syaban

Ramadhan segera tiba, sehingga kesempatan melaksanakan puasa Qadha semakin terbatas. Sebagian orang bertanya apakah boleh mengerjakan Qadha di akhir bulan Syaban.

Hadits dari Tirmidzi no 738 menyebut larangan berpuasa setelah pertengahan Syaban. Namun, mayoritas ulama menilai hadits tersebut lemah sehingga tidak menjadi pedoman mutlak.

Mazhab Syafi'iyyah tetap menerapkan larangan itu hanya untuk puasa sunnah. Puasa wajib, termasuk Qadha Ramadhan, diperbolehkan pada akhir Syaban.

Syaikh Wahhab al-Zuhaili menjelaskan pengecualian bagi puasa wajib, nadzar, atau qadha, meski melewati nisfu Syaban. Hadits yang melarang puasa setelah pertengahan Syaban tidak diikuti mazhab Hanbali dan lainnya karena dinilai dhaif.

Kebolehan ini diperkuat oleh contoh Aisyah radhiyallahu anha yang melunasi utang puasanya pada bulan Syaban. Hadits shahih Bukhari no 1950 dan Muslim no 1146 menyebut beliau melaksanakan Qadha karena kesibukan dengan Rasulullah SAW.

Kesimpulannya, puasa Qadha Ramadhan boleh dilakukan pada akhir Syaban. Larangan puasa setelah tanggal 15 Syaban hanya berlaku untuk puasa sunnah bagi yang tidak rutin melaksanakannya. Wallahu a'lam bish-shawab.

Terkini