Kolaborasi Strategis Kemenhub dan IATA Tingkatkan Keselamatan Penerbangan Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:57:43 WIB
Kolaborasi Strategis Kemenhub dan IATA Tingkatkan Keselamatan Penerbangan Nasional

JAKARTA - Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan IATA menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat keselamatan penerbangan nasional. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa dan Regional Vice President Asia Pasific IATA, Sheldon Hee, di Jakarta, Rabu.

Lukman mengatakan MoU ini menjadi dasar kerja sama pengembangan penerbangan sipil di Indonesia. Tujuannya adalah mendukung terciptanya sistem penerbangan yang aman, selamat, efisien, dan berkelanjutan.

Bidang Kerja Sama untuk Standar Internasional

Kolaborasi meliputi keselamatan dan keamanan penerbangan, harmonisasi regulasi, studi operasional, serta berbagi praktik terbaik. Kegiatan ini disesuaikan dengan standar internasional untuk memastikan kualitas layanan penerbangan sipil.

Selain itu, kerja sama mencakup penyediaan data dan informasi penerbangan serta potensi diskon layanan airport intelligence. Pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga menjadi fokus utama.

Peningkatan Kompetensi SDM dan Kebijakan Berbasis Data

Lukman menekankan kolaborasi ini akan meningkatkan kompetensi SDM penerbangan di Indonesia. Pengambilan kebijakan berbasis data pun diharapkan menjadi lebih efektif melalui dukungan keahlian dan informasi dari IATA.

Program pelatihan IATA akan membantu pengembangan profesionalisme staf penerbangan. Hal ini memungkinkan penerapan praktik terbaik internasional di setiap lini operasional.

Komitmen Finansial dan Perlindungan Data

Pelaksanaan MoU disesuaikan dengan ketersediaan anggaran masing-masing pihak. Kesepakatan ini tidak menimbulkan kewajiban finansial yang mengikat dan menekankan perlindungan hak kekayaan intelektual serta kerahasiaan data.

Kolaborasi ini memastikan pertukaran informasi dilakukan aman dan sesuai regulasi internasional. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan kedua pihak dalam pengembangan penerbangan nasional.

Dukungan Global IATA untuk Penerbangan Sipil Indonesia

Sheldon Hee menyatakan IATA siap mendukung pengembangan penerbangan sipil di Indonesia melalui pengalaman global dan keahlian teknis. Organisasi ini berkomitmen membantu penguatan sistem agar selaras dengan praktik dan standar internasional.

MoU berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang tiga tahun berdasarkan evaluasi. Kesepakatan ini menjadi landasan jangka panjang bagi peningkatan kualitas dan keselamatan penerbangan nasional.

Terkini